GATHOT TIWUL MBAK ARI

Administrator 06 Februari 2019 14:18:32 WIB

Petir (Sida Samekta)-Berbicara mengenai kota Jogja tidak akan pernah ada habisnya. Jogjakarta sudah termasuk sebagai kota wisata yang digemari oleh orang-orang domestik maupun mancanegara. Dan bila mendengar kota Jogja, pasti yang ada dibenak kota adalah Malioboro yang tak pernah mati, manisnya gudeg.

Lalu tahukah anda tentang Gunungkidul?

Gunungkidul adalah salah satu Kabupaten yang terletak di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Dari pusat Kota Jogja, butuh waktu sekitar 1 jam untuk sampai di Kabupaten Gunungkidul. Selain memiliki jajaran pantai berpasir putih yang indah Kabupaten Gunungkidul juga memiliki kekayaan kuliner yang menggoda.

Jika kita berkunjung ke suatu daerah, kurang lengkap rasanya kalau kita tidak mencicipi kuliner khas daerah tersebut. Kabupaten Gunungkidul memiliki makanan khas salah satunya yang bernama gatot dan tiwul. Gatot dan tiwul, makanan asli tradisional Gunungkidul ini menjadi makanan favorit masyarakat Gunungkidul karena rasanya lezat, manis, dan gurih.

Dulunya, gatot dan tiwul merupakan makanan pokok masyarakat Gunungkidul, biasanya dimakan dengan sayuran pengganti nasi. Tapi seiring sejahteranya masyarakat Gunungkidul gatot berubah menjadi makanan camilan sehari-hari.

Cara membuat tiwul khas Gunungkidul, pertama tumbuk singkong kasar yang sudah kering, sehingga menjadi tepung singkong yang kasar. Kemudian letakkan pada wadah yang cukup lebar dan diberi percikan air lalu dengan telapak tangan kita ratakan memutar sampai membentuk bulatan-bulatan kecil. Untuk memberi rasa manis dapat ditaburi dengan gula merah atau untuk mendapatkan rasa original tidak perlu ditambah dengan gula merah. Untuk mengukusnya kita gunakan daun pisang untuk membungkusnya atau sebagai alas saat mengukus, proses mengukus membutuhkan waktu antara 15-20 menit. Bisa ditambahkan dengan parutan kelapa dan daun pandan yang telah dikukus. Tiwul khas Gunungkidul siap disajikan.

Lalu cara pembuatan gatot sangat sederhana. Gatot yang sudah kering direndam selama 12 jam. Setelah dicuci bersih, gaplek dipotong kecil-kecil sesuaia ukuran gatot, kemudian dikukus selama sekitar 2 jam. Setelah masak, gatot ditempatkan disuatu wadah yang lebar biar cepat dingin. Untuk menghidangkan, gatot ditaburi dengan parutan kelapa ditambah sedikit gula dan garam. Perpaduan rasa kenyal gatot bercampur sedikit manis dan asin menambah nikmat rasa makanan khas Gunungkidul ini.

Cara-cara diatas merupakan cara yang umum dan bagi masyarakat yang tinggal di Gunungkidul, bagi warga Desa Petir yang merantau baik di jabodetabek maupun luar pulau jawa sekalipun sekarang tidak perlu khawatir untuk menikmati gathot dan tiwul karena sekarang sudah tersedia gathot dan tiwul instan produksi asli warga Padukuhan Ploso Desa Petir yaitu Ari Candrawati. Bagi yang berminat memesan tiwul instan bisa menghubungi 0823 2773 9238. Dijamin endes dan tidak mengecewakan lho........

Komentar atas GATHOT TIWUL MBAK ARI

Administrator 18 Februari 2019 13:27:46 WIB
Terimakasih juga telah setia mengikuti dan mengunjungi website Desa Petir....
Madi 11 Februari 2019 19:46:58 WIB
Terimakasih semoga produknya menjadi oleh2 khas desa petir ,sukses selalu

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar
 

Komentar Terkini

Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlussYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Pengunjung

Lokasi Petir

tampilkan dalam peta lebih besar